Quality advertising. Big traffic. Increase sales. Promote your website. Advertise your product to shoppers.
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Mei 2012

5 wanita haus sex


“Hallo Nia..”
“Iya Man pa kabar?”
“Baik, kamu ada dimana?”
“Aku lagi di tempat kost temanku nih, main donk kesini teman-teman ku pingin kenalan sama kamu..”, katanya
“Ehmm.. di daerah mana?” tanyaku.
“Daerah Radio Dalam, dateng ya sekarang”
“Ok deh nanti kalau aku dah deket aku telpon ya” kataku
“Ok aku tunggu ya, jangan lupa siapin diri, hehehe..”, katanya lagi
“Lho, emang aku mau diapain?”, tanyaku penasaran
“Mau diperkosa rame-rame siap nggak?”
“Siapa takut..”, jawabku sekenanya
Lalu aku pun meluncur ke arah Radio Dalam dan sekitar 15 menit akupun sampai di tempat yang telah dijanjikan.
“Hallo Nia, aku dah di depan nih..”, kataku
“Ok aku keluar ya, sabar..”
Lalu munculah seorang gadis yang sangat seksi tingginya sekitar 175 dengan berat sekitar 55 kg, woww.. buah dadanya lebih besar dari pada punya Nia. Lalu dia menghampiri mobilku dan mengetuknya.
“Iya, ada apa?”, jawabku dengan mataku yang tak lepas dari buah dadanya yang montok itu.
“Firman ya..”, kata dia.
“Iya”, kataku.
“Aku Melly temennya Nia yuk masuk yuk..”, katanya dengan senyum nakalnya.
“Oh.. yuk”, jawabku agak sedikit tergagap.

Minggu, 06 Mei 2012

Iryanti..Gadis Warnet


Namaku Rio, seorang dokter di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan, kisah yang akan kuceritakan ini terjadi saat aku masih bertunangan dengan istriku sekarang ini, dan terjadi berawal dari hal yang sama sekali tidak terduga sedikitpun olehku.
Bulan February 2001 lalu aku mengantarkan kawanku Rudy ke bengkel Toyota di jalan ***(edited) Jakarta. Saat tiba di bengkel, sudah banyak mobil yang antri menunggu giliran.
Rudy tersenyum kepadaku dan bilang, “Sorry Yo.., kayaknya loe musti nungguin lama juga nih..”
Brengsek juga nih pikirku, biar tidak bosan, aku pergi ke warnet di dekat situ, persisnya di sebelah Soto Kudus, persis depan Danar Hadi.
Aku masuk, disambut oleh seorang cewek yang ternyata adalah yang bertugas menjaga warnet tersebut. Mulanya aku tidak begitu memperhatikannya, berhubung hatiku lagi kesal sekali sama ulah si Rudy tadi. Tapi ketika aku mulai meng-klik mouse dan sedang menunggu connect-nya internet, baru aku perhatikan bahwa cewek penjaga ini punya wajah cukup lumayan dan body yang oke juga. Terus terang, saat itu juga aku terpikat oleh penampilannya, aku jatuh hati pada “the way she look”.
Aku sibuk berpikir dalam hati, bagaimana cara aku berkenalan dengannya? Tapi mungkin memang takdir cara itu datang dengan sendirinya, cewek itu tidak lama kemudian membuka juga internet dan dia duduk persis di belakangku, jadi posisi kami saling memunggungi satu sama lain. Aku sempat menoleh ke belakang, dan kulihat dia membuka situs “mIRC”.
“Kayaknya dia mau chatting nih..,” pikirku.
Ternyata benar, dia mau chatting, dan aku sempat melihat kalau dia pake “nick” yanthie. Langsung saja aku masuk ke “mIRC” juga, aku call dia, eeh dia nge-reply.
Kami berkenalan, dan selama chatting itu dia sama sekali tidak sadar kalau Rio yang sedang ngobrol dengannya adalah cowok yang duduk tepat di belakangnya, hihihihi. Pas sejam aku selesai, aku bayar, aku pancing obrolan dengannya, aku tahu sekarang namanya “Yanti”, tepatnya “Iryanti”. Tampangnya benar-benar membuat aku bergairah.

Laura


Halo, aku adalah Yosa, 25 (bukan nama sebenarnya) seorang mahasiswa semester akhir sebuah PTN di kota kembang. Aku adalah anak sulung dari empat bersaudara.
Aku memiliki seorang teman dekat yang bernama Laura, Aku dan Laura berkenalan ketika kami masih sama-sama duduk satu kelas di sebuah SMA ternama di kota Pempek, Laura sangat dekat denganku karena kami duduk satu meja, antara aku dan laura betul-betul hanya sebatas teman biasa. Aku dan Laura masing-masing telah mempunyai pacar.
Setelah kami tamat dari SMA persahabatan kami makin solit karena ternyata, Laura pun berkeinginan kuliah di kota kembang, dan Laura diterima sebuah PTS di daerah Taman Sari di kota Kembang. Singkat cerita setelah aku kuliah di kota kembang, pacarku yang ada dikota Pempek memutuskan hubungan dengan diriku. Sebagai seorang sahabat baik Laura menghiburku, dua tahun tidak terasa kami telah kuliah di kota kembang.
Pada hari minggu pagi, aku di kejutkan dengan kedatangan Laura di rumahku dengan mata merah habis menagis. Aku bingung dengan keadan Laura pada saat itu.
Dengan isak tangis dan suara terbata-bata ia, bercerita tentang Rudi pacarnya yang di Kota pempek telah memutuskan dirinya.
Alangkah tololnya si Rudi ini pikirku , memutuskan hubungan dengan Laura. Perluku terangkan bentuk fisik Laura, sebagai seorang wanita ia termasuk wanita yang cantik, dengan bentuk tubuh yang padat, kulit putih, hidung mancung dan bibirnya yang sensual, mengingat ia pernah keluar sebagai juara dua perlombaan busana Jean’s yang diselenggarakan tiap tahun oleh sebuah toko di daerah Cihampelas dan hal itu yang membuatnya akhirnya muncul sebagai foto model sebuah Majalah Ternama.

Nikmatnya Kakak Ipar


Aku memang ketagihan bermain cinta dengan wanita setengah baya alias STW. Ada lagi pengalaman nyata yang kualami. Pengalamanku menaklukkan kakak iparku yang pendiam dan agak religius. Entah setan mana yang merasuki diriku karena aku menjerumuskan orang baik-baik kedalam neraka nafsu.
Kejadiannya begini, suatu hari rumahku kedatangan tamu dari Padang. Uni Tati kakak tertua istriku. Dia datang ke Jakarta karena tugas kantor ikut seminar di kantor pusat sebuah bank pemerintah. Uni adalah kepala cabang di Padang, Uni menginap dirumah kami. Dari pada menginap di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh. Selama seminggu dia tinggal dirumahku. Dari istriku kutau kalau Uni Tati berusia 40 tahun. Suaminya sudah meningal 2 tahun lalu karena kecelakaan. Orangnya cantik, putih, tinggi semampai. Lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius. Selama di Jakarta, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Uni jalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, biasanya ke mal karena waktunya sempit. Kami sudah berencana pas hari Sabtu akan jalan-jalan ke Taman Safari.
Tiba hari Sabtu, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor yaitu harus mengawasi pameran di Mangga Dua. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Uni jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua. Sebetulnya aku agak males kalo nggak ada istriku. Aku merasa risih harus jalan berdua Uni karena orangnya pendiam. Akupun menduga Uni pasti nggak mau. Tapi tanpa dinyata ternyata Uni menyetujui usul istriku.
Pagi-pagi banget istriku sudah berangkat naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Uni yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi. Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Uni Tati sangat menarik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Uni. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda.

berawal dari adik, kakak pun kena


namaku Vallentino biasa disapa Vallen, aku merupakan salah satu mahasiswa aktif di sma XXXX kegiatan ku setiap hari adalah sekolah + main basket, suatu hari aku pulang sekolah dan di dekat rumahku ada sebuah rumah kosong, rumah sekitar 12x8 meter itu sudah lama di tinggalkan oleh pemiliknya tapi di rumah itu menjadi tempat nongkrong anak2 sekitar, jadi gak ada yang namanya rumah kosong angker malahan cuman siang doang rumah ini kosong kalo malam ruame banget sama anak2. kebetulan siang2 aku lagi iseng duduk2 di belakang rumah sambil nyalain laptop toshiba kesayanganku. karena di bagian belakang situ ada jaringan WiFi aku asik browser tugas2 dan nonton film bokep. ehh.. tiba2 Dhinda datang nyamperin. aku kanget banget tapi untung si Dhinda ini masih kelas 2 SD jadi banyak cara supyaa dia gak kasih tau nyokapku, tiba2 si Dhinda nanya
"kak film apa sih tuh, kok cewe sama cowonya telanjang gitu?"
aku menjelaskan panjang lebar sama dia, samnil nunjukin kontolku yang udah menegang. si Dhinda sih diam aja karena belum ngerti, nah aku manfaatkan kesempatan itu.
"Da kamu udah pernah pegang belum ini?"
"belum kak"
"mau gak kalo Dhinda pegang2 ini nanti kakak kasih 5000 dah"
"mau kak"
"tapi ada syaratnya, gak boleh kasi tau sama siapapun"

akhirnya si Dhinda mengiakan apa yang aku suruh, celana dalamku pun ku lepas supaya enak, perlahan tapi pasti akupun memasukan tangan ku ke dalam rok sekolahnya, dia gak sedikit pun melawan, malahan mengelepas kontolku dan ngangkat roknya. CDnya Dhinda ku coba lepas. dan saat lepas mekinya masih berbentuk garis lurus. aku ragu juga jadinya mau ngentot sama dia, jadi aku hanya jilatin mekinya aja.

Guru smu baru

Ini hari pertamaku mengajar di smu di desa. Sesuai kebijakan depdik di kabupaten, penugasanku ada di desa ini. Tidak banyak persiapanku dari tempat kost, selain motorku yang klasik musti tidak rewel hari ini. Setelah sukses mencoba start dan memanasinya, aku meluncur di jalan makadam depan kost. Sampai jalan besar, tidak terlalu ramai seperti kota asal tempatku.

Sampai depan sekolah, mulai terlihat murid2 yang culun2 memasuki sekolah sambil melirik kedatanganku dengan pandangan bertanya maupun sambil berbisik. Entah karena tampilanku atau motorku. Setelah memarkir motor, mengunci kemudi dan helmku di kursi. Aku melangkah tegap ke ruang kepala sekolah. Sudah 1 minggu kami berbincang, tentang tugas di sini, sekarang saatnya mengucapkan salam di hari rabu ini pada beliau, sebelum memulai hari pengajaranku.

- Pagi Bu Rima - salamku sambil mengetuk pintu
- Ah, masuk mas eh pak. Sekarang biasakan dipanggil Bapak aja ya.
- Silahkan duduk - ujarnya sambil berdiri dan menunjuk ke kursi panjang di ruangannya.

Kemudian kepala sekolah mulai ikut duduk dan tersenyum senang janjiku menemuinya sebelum mengajar terlaksana. Lalu, pembicaraan membosankan mulai datang, basa basi tentang hari hari pertama mengajar mulai terucap. Sampai akhirnya ...

Kekuatan cinta


Si Bule petugas Imigration ini mulai membuatku kesal. Dia lebih lama meneliti pasporku dibanding orang-orang sebelumku tadi. Dibolak-balik lagi, padahal visa Italy yang kudapat masih berlaku. Ini memang kunjunganku ketiga ke Roma. Tentu kali ini kunjungan yang berbeda, bukan training seperti sebelumnya, tapi aku melakukan perjalanan ribuan mil kemari hanya punya satu tujuan: Menemui Florence, kekasih gelapku.

Sobatku di Bandung, sebut saja Erwin, barangkali benar. Dia menyebutku gila. Gimana nggak, aku terbang belasan jam meninggalkan keluarga dan pekerjaan. Selama ini dia hanya menyebutku 'nekat' untuk affairku yang lain beberapa tahun lalu. Di matanya, berarti aku 'naik grade' dengan kenekatanku sekarang ini. Biarlah. Inilah mungkin yang orang sebut sebagai 'the power of love'.

Kenapa aku sampai segila ini, well.. kubawa Anda flashback sebentar pada awal perkenalanku dengan Florence. Bermula dari sepucuk mail yang kuterima mengomentari tulisanku di ********* Mail yang masuk itu berasal dari mail-address Yahoo.com. Dari namanya, jelas aku dapat menebak bahwa pengirimnya wanita dari etnis Chinese.

Sisil, Lia, Shanty dan Dini yang kujumpai


Hawa panas kembali menerpa wajahku saat aku membuka pintu taxi.
Rasa yang sama ketika turun dari pesawat tadi. Surabaya memang panas, tapi tidak seperti biasanya seperti ini. Langsung ke lobby sambil berlari kecil aku ingin menikmati AC hotel, tempatku menginap melewatkan malam panjang nanti sendirian, sebelum bertolak ke Malang esok hari.
Di front desk lobby terlihat dua gadis muda cantik front office yang menyambut kedatanganku, yang kutimpali dengan senyum sambil menyebutkan nama dan kode reserfasi yang sudah dipesan. Saat memasukan dompet kembali setelah mengeluarkan kartu-kartu yang diminta, dari arah belakang kanan terdengar ada yang menyapa menyebut namaku.

- Ya ? - jawabku bertanya.
- Masih ingat ? Aku Shanty. - sambungnya.

Kuperhatikan pegawai senior hotel yang berbaju batik ketat, berbeda dengan dua gadis muda di meja reservasi tadi, sosok di depanku ini lebih pantas disebut wanita. Rambut sebahu, bibir senyum dan kulit lengan dan wajah sedikit coklat ini tak pernah terlintas dalam benakku selama ini. Matanya berbinar terasa nuansa riang ada di dalamnya. Sambil mengangkat alis, dia bertanya

- Lupa ?
- Pernah main di Universitas Petra kan ? - lanjutnya
- Aku dulu pernah tinggal di Siwalan Kerto. Hihihi. Sudah lupa ? - tanyanya lagi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...